“Meniti Karir menjadi Konservasionis bersama MantaWatch Internship Program 2017”

“Pengalaman adalah guru terbaik” ungkapan yang cocok menggambarkan pengalaman yang sempat dirasakan oleh salah satu anggota FDC-IPB dari Diklat 32 yakni Wedi Andika sebagai salah satu mahasiswa yang terpilih dalam program magang MantaWatch bersama dengan 4 orang rekan mahasiswa lainnya dari berbagai universitas di Indonesia.

MantaWatch Internship Program 2017 dilaksanakan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur dari tanggal 3 September – 30 September 2017. Program ini diprakarsai oleh NGO asal inggris yakni MantaWatch serta didukung oleh Guys Trust, tujuan diadakan program magang ini yakni meningkatkan kepedulian anak muda dalam hal ini mahasiswa terhadap dunia konservasi khususnya Pari Manta.

Untitled

MantaWatch Interns 2017

“Minggu pertama kami diberikan kesempatan untuk belajar dan berkenalan dengan dunia konservasi pari manta. Belajar mengenai pengetahuan dasar jenis jenis manta, kemudian mengetahui metodologi survei yang digunakan, serta mendapatkan pengalaman bertemu dengan orang-orang konservasi seperti dari WCS yakni Hollie dan Ichsan yang sudah lebih dulu terjun dan memiliki pengalaman di bidang konservasi. Selain itu yang tidak kalah penting, yakni adanya sertifikasi selam A2 guna menunjang kemampuan saat survei pari manta.” Cerita Wedi.

IMG_0059

Seminar “Sharks and Rays Conservation” bersama Hollie dan Ichsan dari WCS

Wedi melanjutkan ceritanya “Berbekal pengetahuan dasar yang sudah didapat pada minggu pertama, minggu selanjutnya kami melakukan eksplorasi bawah laut di Taman Nasional Komodo. Survei Pari Manta dilakukan selama 4 hari dengan bermalam di kapal (Liveaboard) salah satu dive operator di Labuan Bajo yakni Dive Komodo. Alhamdulillah, kami berkesempatan melihat salah satu kejadian yang menjadi daya tarik para penyelam yakni Manta Train atau ‘iring-iringan manta’, yang biasa terjadi pada saat musim kawin pari manta. Peristiwa ini merupakan pengalaman unik yang didapatkan saat menyelam di Dive Site Manta Alley, salah satu titik penyelaman yang sering ditemukan pari manta selain di Karang Makasar atau biasa disebut Manta Point.”

Manta Train

Iring-iringan Manta atau biasa disebut “Manta Train”

“Kerjasama adalah salah satu bentuk interaksi dua pihak untuk mencapai tujuan yang sama. Kolaborasi dengan dive operator yang dilakukan pada minggu ketiga ditujukan untuk meningkatkan kepedulian para turis terhadap konservasi biota bawah air, khususnya pari manta. Meningkatkan kepedulian anak muda merupakan tugas utama pada minggu ini, maka dari itu pengetahuan yang sudah didapatkan dari WCS ditambah NGO lain seperti WWF kami salurkan kepada SD N 02 dan juga SMK Negeri 1 Labuan Bajo melalui kegiatan MantaWatch Goes to School. Selain kegiatan tersebut setiap hari jum’at MantaWatch Interns juga mengikuti kegiatan Trash Hero Cleanup Day bersama dengan masyarakat, turis dan juga dive operator di sekitar Labuan Bajo” sambung wedi.

IMG_0248

Kegiatan “MantaWatch Goes to School” di SDN 2 Labuan Bajo

                Kampanye yang dilakukan MantaWatch kepada semua orang khususnya pada generasi muda untuk lebih peduli terhadap dunia konservasi pada umumnya merupakan hal yang sangat penting dilakukan, disamping mengajak para penyelam untuk ikut andil dalam konservasi pari manta dengan menjadi Citizen Scientists.

 

#BeaCitizenScientists #Protectwhatwehave #SaveOurShark #SaveManta

Waspada Dira Anuraga
__________________________________
Fisheries Diving Club
Youtube : FDC-IPB
Web : http:/fdc.lk.ipb.ac.id
twitter : fdc_ipb
facebook : FISHERIES DIVING CLUB(FDC-FP)
ig: fdc_ipb
email : fdc_ipb@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *