Bersahabat dengan Masyarakat Pesisir

IMG-20170501-WA0032JAKARTA- Menjadi sahabat warga pesisir sangatlah menyenangkan. Seperti yang dilakukan oleh Karizma Fahlevy (FDC.XXXII.12) dan Firsta Kusuma Yudha (FDC.XXXII.14). Masyarakat pesisir merupakan kelompok orang yang tinggal di daerah pesisir laut. Sebagian besar sumber mata pencaharian berasal dari hasil pemanfaatan sumberdaya pesisir tersebut. Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki luas laut lebih besar dibandingkan dengan daratan. Begitu banyaknya Pulau-Pulau yang terdapat di Indonesia dan Pulau Pari merupakan salah satunya, sebuah pulau kecil yang berada di utara teluk Jakarta. Banyaknya polusi yang datang dari 13 sungai yang bermuara di Teluk Jakarta, memberikan tekanan bagi ekosistem pesisir di Pulau Pari. Hal tersebut memberikan dampak bagi perekonomian warga pesisir Pulau Pari. Sampah, merupakan salah satu masalah yang terdapat di Pulau Pari.

IMG_20170501_090651Masyarakat pesisir Pulau Pari yang sebagian besar mata pencahariannya dari kegiatan wisata bahari merasakan dampak akibat banyaknya sampah yang terdapat di Pulau Pari, baik sampah lokal atau pun dari daratan (Jakarta). Sampah tersebut memberikan dampak negatif terhadap lingkungan peisisir termasuk ekosistem di sekitarnya. Beberapa ekosistem pesisir di Pulau Pari adalah ekosistem Lamun, Mangrove, dan ekosistem terumbu karang. Ekosistem tersebut memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat pesisir. Tidak dapat dipungkiri, sangat penting pengetahuan tentang ekosistem pesisir untuk masyarakat Pulau Pari. Loka pengembangan kompetensi SDM Oseanografi yang merupakan bagian dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membentuk suatu komunitas untuk memberikan dan mengajarakan masyarakat pesisir tentang pengetahuan terhadap ekosistem pesisir, yang di namakan Asosiasi Sahabat Pari.

IMG_20170501_091426Sahabat Pari merupakan kumpulan dari organisasi pecinta alam seperti Wanadri, FDC IPB, Mapala UI, Sigma B UI, Pramuka Sahabat Satwa, dan masyarakat pecinta alam lainnya. Pembentukan di awali dengan pelatihan dasar tentang dinamika laut, lamun, terumbu karang, dan mamalia laut (30/04/2017). Setelah melakukan pelatihan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi berupa kelas terbuka kepada anak sekolah dasar dari kelas 3-6 SD Negeri 1 atap Pulau Pari (1/5/2017). Upaya pemberian materi tentang ekosistem pesisir dan masalah tentang sampah memang diutamakan untuk generasi muda seperti anak anak di sekolah dasar. Harapan dari di bentuknya Sahabat Pari adalah dapat terwujudnya kesejahteraan masyarakat pesisir dengan menjaga keseimbangan ekosistem yan terdapat di Pulau Pari. Kegiatan di tutup dengan evaluasi serta bersih bersih pantai Pasir Perawan bersama dengan anak anak sekolah dasar tersebut.

#Waspada Dira Anuraga

Teks : Karizma Fahlevy (FDC.XXXII.12)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *