Jambore Selam FOPMI (“Syukuran” Anak Muda Pecinta Olahraga “Ekstrim”)

FOPMI ke-VIII AMBON 

(Pesona Seribu Pulau)

2“Ambon” sebuah pulau kecil yang terletak di bagian Barat Daya Pulau Maluku dengan keelokan dan keindahan alam yang mempesona, serta menarik minat para mengunjung karena keindahan yang ditawarkan. Keindahan bahari dengan sumberdaya hayati yang masih terjaga secara alami menjadikan pulau ini sebagai salah satu destinasi wisata kelautan yang sangat disegani. Hal inilah yang  membuat  jambore selam mahasiswa atau yang lebih dikenal FoPMI (Forum Penyelam Mahasiswa Indonesia) menjadikan Ambon sebagai tempat berlangsungnya “syukuran” anak muda pencinta olahraga ekstrem ini.

Tepatnya pada bulan April 2017 di selenggarakan FoPMI ke-VIII kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahun dan telah berlangsung selama delapan tahun. Diselenggarakannya FoPMI ke-VIII di Ambon bukan sesuatu yang tidak disengaja namun berdasarkan pemikiran para anggota FoPMI berdasarkan hasil musyawarah. Begitu juga dengan Klub selam FDC-IPB (Fisheries Diving Club Institut Pertanian Bogor), keikutsertaan FDC dalam berjalannya FoPMI ke-VIII ini diwakili oleh dua orang anggota biasa FDC yakni Eko Cahyo Hutomo Zudah (C24130010/FDC.XXXIII.12) dan Muhammad Zaqi (C24130085/FCD.XXXIII.23) dari diklat 33 FDC-IPB. Selain ikut serta dalam melancarkan acara FoPMI ke-VIII, kedua orang anggota FDC ini memiliki tujuan untuk belajar dan mendapatkan pengalaman sebagai bahan sharing ilmu kepada anggota biasa FDC yang lainnya.

3Forum Penyelam Mahasiswa Indonesia kali ini berlangsung selama 8 hari dari tanggal 2-8 April 2017 dengan PADIS (Pattimura Diving Society) Universitas Pattimura, Ambon sebagai tuan rumah kegiatan. BP3 (Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan) menjadi basecamp bagi para peserta kegiatan ini. Kegiatan FoPMI ke-VIII terdiri dari beberapa acara inti diantaranya penyelaman dan kongres ke-III FoPMI, penyelaman dilaksanakan dibeberapa spot penyelaman yang masing-masing memiliki point berbeda diantaranya di Desa Tulehu (Hot Spring), penyelaman ini dilaksanakan di wilayah bekas gunung vulkanik bawah air dimana substrat nya secara terus menerus mengeluarkan gelembung dan suhu panas pada substrat dasar perairan.

Kemudian pada titik penyelaman kedua di desa Hukurilla yeng letaknya berhadapan langsung dengan Laut Banda4 spot ini menyajikan keunikan gua bawah air (Cave Dive), selanjutnya spot ketiga di desa Mayame yang letaknya di Teluk Ambon dimana spot ini para diver mendapatkan pemandangan kapal karam (wreck dive), dan menurut sejarah kapal tersebut merupakan kapal kargo bekas pemerintah Negara Amerika U.S.S Aquila, dan spot terakhir berada di desa Morella di spot ini menyajikan keindahan hamparan terumbu karang dengan tubir flat dan wall serta ikan-ikan karang dengan warna yang beragam menambah keindahan panorama bawah laut yang alami dan eksotis, setelah itu dilanjutkan kunjungan ke Benteng Amsterdam bekas kolonialisme Belanda. Untuk agenda ke dua dilaksanakannya kongres II FoPMI selama satu hari untuk meninjau AD-ART kepengurusan FoPMI dan pemilihan ketua baru pada kongres ini didapatkan hasil revisian beberapa point dan pasal yang ada pada AD-ART,  terpilihnya ketua baru FoPMI yaitu saudara Sangadji dari club selam PADIS UNPATTI, dan kota Ternate segai tuan rumah FoPMI ke-IX.

1Acara berakhir pada tanggal 8 April 2017 dengan penutupan oleh ketua FoPMI yang baru dan pelepasan Anggota FoPMI ke wilayahnya masing masing. “Sebagai tuan rumah FoPMI ke-VIII Pulau Ambon menyajikan kenangan dan cerita yang begitu banyak pelajaran bahwa alam Indonesia itu indah dan patut di jaga dan kita sebagai penyelam merupakan aktor terdepan dalam pelestarian lingkungan bahari“ ujar Eko Zudah.

WASPADA DIRA ANURAGA

By : Eko Cahyo Hutomo Zudah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *