Biota Laut Ada Yang Berbahaya ???

BIOTA BAHAYA NEW
 70% permukaan bumi dilapisi oleh lautan, dan sisanya adalah daratan. Di daratan sendiri terdapat beragam biota yang menarik perhatian karena keindahan dan keunikan yang dimiliki masing-masing biota tersebut. Faktanya 50-80% biota yang ada di planet bumi tersebar di antara luasnya lautan yang baru bisa dijelajahi oleh manusia kurang dari 5% dari seluruh lautan di bumi ini. Bayangkan jika di daratan yang hanya 30% dari luas permukaan bumi ini terdapat berbagai macam biota yang beragam jenis dan bentuknya itu, bagaimana dengan biota di lautan yang luas? Tentu masih sangat banyak biota yang lebih indah dan menakjubkan yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Namun diantara banyak dan beragamnya biota laut tersebut, terdapat pula beragam jenis biota laut berbahaya yang dapat membahayakan manusia karena gigitannya maupun bisa/racun yang dimiliki biota tersebut. Dan diantara banyaknya biota berbahaya di lautan, beberapa diantaranya sudah teridentifikasi antara lain jenis biota berbahaya yang menggigit antara lain :

1. Hiu , merupakan ikan dengan kerangka tulang rawan dan tubuh yang ramping. Mampu berenang dengan kecepatan maksimal 50km/h. Usahakan jauhi ikan ini ketika menyelam ataupun berada di laut karena ikan ini merupakan hewan yang agresif dan peka terhadap rangsangan.

2. Barracuda , salah satu jenis ikan pelagis ini memiliki tubuh ramping dan gigi yang tajam. Jangan bawa benda yang dapat memantulkan cahaya agar tidak menarik perhatian biota agresif ini.

3. Moray , salah satu jenis ikan ini hidup di celah-celah karang yang pada dasarnya bukanlah hewan yang agresif. Tetapi jangan lakukan gerakan tiba-tiba ketika berada di dekat hewan ini.

Sedangkan jenis biota berbahaya yang beracun/berbisa antara lain :

1. Lionfish , di Indonesia dikenal sebagai ikan lepu ini biasa hidup di terumbu karang. Racun ikan ini terletak pada ujung-ujung sirip dorsal dari ikan ini. Walaupun beracun, ikan ini bukanlah jenis ikan yang agresif. Namun, usahakan jangan menyentuh ikan ini ketika menyelam.

2. Ikan Pari, biasa hidup di dasar perairan laut yang berpasir. Racun ikan Pari terletak di ujung ekor yang berduri dan duri akan tertinggal di tubuh korbannya ketika tertusuk dan dapat menyebabkan rasa nyeri. Usahakan jangan mengganggu ikan ini ketika bertemu di bawah laut.

3. Ular Laut, pada dasarnya bukanlah biota yang agresif dan memiliki mulut yang kecil, namun kekuatan bisa ular ini 60 kali lebih kuat dari bisa ular kobra.

4. Blue Ring Octopus, salah satu jenis gurita ini memiliki corak cincin berwarna biru di sekujur tubuhnya dan memiliki tubuh yang mungil. Namun, karena tubuh mungilnya sehingga gigitan beracun dari biota ini tidak akan terasa oleh korban. Racun ini dapat menyebabkan sistim pernafasan terganggu hingga menyebabkan kematian bila tidak segera ditangani.

5. Karang Api, jenis karang ini memiliki rambut-rambut halus yang dapat menyebabkan rasa seperti terbakar jika tersentuh oleh kulit.

6. Ikan Buntal, racun ikan ini terdapat pada hati, telur, dan saluran pencernaan ikan buntal. Ikan ini dapat dikonsumsi dengan dibuang dahulu bagian-bagian yang mengandung racun tersebut.

By : Diklat 35 FDC-IPB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *