Anggota FDC-IPB dalam Ocean Leaders Forum dan Seminar IPB Berlayar

Beberapa waktu yang lalu tepatnya pada hari Kamis 28 Januari 2016, perwakilan FDC yaitu Pradityo Anggoro (FDC.XXXI.20) dan Firsta Kusuma Yudha (FDC.XXXIII.14) mengikuti kegiatan “Ocean Leaders Forum & Seminar IPB Berlayar” yang diadakan oleh IPB dan TNI Angkatan Laut. Kegiatan ini dapat dikatakan unik dan kreatif karena diselenggarakan diatas sebuah kapal perang kebanggaan Indonesia yaitu KRI Banda Aceh 593 yang membawa peserta kegiatan ke tengah lautan.

Prditio Anggoro (kiri) dan Firsta (kanan) berpose di depan KRI Banda Aceh 593

Prditio Anggoro (kiri) dan Firsta (kanan) berpose di depan KRI Banda Aceh 593

 

Acara yang secara garis besar membahas peran Indonesia sebagai poros maritim dunia ini dihadiri oleh Pimpinan Pasukan Angkatan Laut yaitu Laksamana TNI Ade Supandi, Rektor IPB Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc, dan Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB Dr. Luky Ardianto yang sekaligus merupakan ketua pelaksana dari “Ocean Leaders Forum & Seminar IPB Berlayar”. Acara tersebut juga dihadiri oleh akademisi dari IPB dan perguruan tinggi yang berbasis perikanan dan ilmu kelautan, juga dihadiri oleh pelaku bisnis-bisnis besar di bidang maritim, dan juga mahasiswa dari 5 perguruan tinggi di Indonesia yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Satya Negara Indonesia (USNI), Universitas Hasanuddin (UNHAS), dan Sekolah Tinggi Perikanan (STP).

w

Peserta Ocean Leaders Forum & Seminar IPB Berlayar

Pelaksanaan acara tersebut dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pertama yang didalalamnya terdapat pembukaan dan pemaparan materi secara umum tentang peran Indonesia sebagai poros maritim dunia, kemudian dilanjutkan sesi kedua dengan acara paralel yang terdiri dari Rapim IPB, Forum Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Forum Dekan FPIK, Youth Marine Student Forum, dan Maritime Business Forum. Acara pada sesi pertama diawali oleh dinyanyikannya lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta, kemudian doa. Selanjutnya ada pembacaan laporan pelaksanaan oleh ketua pelaksana dan pembukaan secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Rektor IPB Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc ditemani oleh Pimpinan Pasukan Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi. Setelah itu diadakannya penandatanganan MoU MRPTNI dan TNI AL yang disaksikan oleh Dirjen PRP, Kemenristek Dikti, Deputi SDA dan Kemaritiman, dan Bappenas. Kemudian acara dilanjutkan dengan Keynote Speaker dan Panel Session, dimana Laksamana TNI Ade Supandi, sebagai pembicara kunci yang akan menyampaikan paparan tentang “Penguatan Poros Maritim Indonedia”. Pembicara kedua yakni Rektor IPB Prof. Herry Suhadiyanto, yang menyampaikan materi tentang “Pengarustamaan Pendidikan Tinggi dan Riset Bidang Keluatan dan Kemaritiman”.

y

Foto bersama Pembina sekaligus Instruktur FDC Bapak Budhi Hascaryo Iskandar (batik coklat) dan Pembina FDC Bapak Beginner Subhan (batik merah) di atas KRI Banda Aceh

Sesi kedua dilaksanakan setelah ishoma, dimana dalam sesi kedua ini peserta acara dipisahkan kedalam forum forum kecil yang sesuai dengan bidang masing masing. Dua orang perwakilan FDC mengikuti diskusi dalam Youth Marine Student Forum bersama dengan mahasiswa-mahasiswa lainnya. Forum ini dipimpin oleh Ibu Roza yang juga salah satu dosen FPIK IPB untuk membahsa deklarasi peran pemuda dalam memperkokoh Indonesia sebagai poros maritim dunia. Dalam pembuatan deklarasi tersebut ada empat topik utama yang dipandang perlu untuk dipertegas yaitu pendidikan, pengabdian masyarakat, cinta budaya bahari, dan pengembangan bisnis. Dalam diskusi tersebut perwakilan FDC ikut turut menyumbangkan saran kalimat untuk dituliskan di dalam deklarasi. Dengan latar belakang pengembangan bisnis, perwakilan FDC menyarankan kalimat “Mendukung dan menggiatkan pengembangan bisnis yang memanfaatkan sumberdaya laut yang berkelanjutan & lestari untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir”. Namun dalam penyelesaian deklarasi ini membutuhkan banyak waktu untuk mempertimbangkan segala aspek dalam mengaplikasikan deklarasi dikemudian waktu, sehingga dalam akhir forum diskusi ini disebutkan dianggap perlu diadakan forum lagi baik secara langsung maupun melalu suatu media untuk keberlanjutan deklarasi tersebut.

(teks: Firsta/ dokumentasi: Firsta dan Didit)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *