browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Survei Pulau-pulau Kecil Terluar di Wilayah Perairan Kabupaten Maluku Tenggara Barat

Posted by on January 14, 2016

Kegiatan survei lapangan oseanografi, perikanan tangkap pelagis dan demersal untuk mendukung penyusunan rencana zonasi kawasan strategis nasional tertentu (KSNT) pulau-pulau kecil terluar di wilayah perairan Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Diselenggarakan pada tanggal 4 – 18 Agustus 2015 oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Survei ini terdiri dari tim Oseanografi, Akustik Kelautan, Perikanan Tangkap, dan Selam.

Tim survei

Tim survei

Pada saat kegiatan tim selam terdiri dari 3 orang diantaranya terdapat dua anggota aktif FDC yang berkesempatan ikut dalam kegiatan tersebut yaitu Muhammad Rahmadany (FDC.XXIX.29), Praditio Anggoro (FDC.XXXI.20), dan satu orang dari lab selam ITK IPB. Sebelum keberangkatan kita melakukan briefing dan pengecekan alat selam di lab selam ilmiah ITK IPB. Tim selam melakukan survei pada tanggal 6 – 13 Agustus 2015, tim bertolak pada hari kamis 6 agustus 2015 malam dari kampus IPB Dramaga dan sampai di bandara Saumlaki Maluku Tenggara Barat pada hari jumat 7 Agustus 2015 sekitar pukul 11.15 WIT. Tim beristirahat di Hotel Harapan Indah dan menyiapkan peralatan untuk survei lapang yang direncanakan keesokan harinya.

            Jumat 7 Agustus 2015 sore, seluruh tim melakukan briefing dengan orang Dinas Kelautan dan Perikanan setempat. Tim selam mulai melakukan kegiatan suvei lapang pada hari minggu 9 Agustus 2015 dengan rencana penyelaman sebanyak 8 titik. Titik penyelaman yang berada di bagian timur di hapus karena faktor kondisi alam seperti arus perairan dan angin yang sangat kencang.

            Survei hari pertama, tim penyelam merencanakan 3 kali penyelaman dengan 3 titik berbeda, namun dikarenakan kondisi perairan yang tidak bersahabat dan jarak antar titik yang jauh menyebabkan hanya bisa dilakukan 2 kali penyelaman saja. Titik penyelaman dilakukan di pulau bagian selatan dengan nama titik Namtabung dan Nuskee. Pengambilan data berjalan dengan lancar dan aman. Di lokasi tesebut ditemukan ikan-ikan dari famili Chaetodontidae, Labridae, Lutjanidae, Haemulidae, Siganidae, Nasinae, Apogonidae, Caesionidae dan Nemipteridae. Serta yang dominan ialah famili Pomacentridae. Setelah survei dilaksanakan, malam harinya diadakan evaluasi kegiatan penyelaman, cuaca dan kondisi perairan yang kurang bersahabat membuat tim survei lebih mengutamakan faktor keselamatan kerja dengan mengambil titik yang dinilai lebih aman dari yang sudah direncanakan sebelumnya.

Tim Selam FDC

Tim Selam FDC

            Hari kedua kami melakukan pengambilan data dua titik yang berbeda di bagian barat Pulau Yamdena yaitu, Ngolin dan Tanjung Seira. Kondisi perairan dan cuaca yang lebih baik dibandingkan pada hari pertama. Di lokasi tesebut ditemukan ikan-ikan dari famili Chaetodontidae, Labridae, Lutjanidae, Scaridae, Siganidae, Acanthuridae, Nasinae, Apogonidae, Caesionidae dan Nemipteridae. Serta yang dominan ialah famili Pomacentridae. Setelah pengambilan data tim tidak kembali ke Saumlaki untuk mengefisiensikan waktu dan bahan bakar minyak. Tim memilih melanjutkan perjalanan ke bagian utara Pulau Yamdena yaitu Larat untuk menginap di daerah setempat.

IMG-20150813-WA0008

           Survei hari ketiga, tim selam malakukan pengambilan data sebanyak 3 titik penyelaman yaitu, Utara Larat, Mitako dan bagian barat teluk Yamdena. Pengambilan data berjalan lancar dengan kondisi cuaca dan perairan yang cukup tenang bersahabat. Dengan kondisi kecerahan perairan di Utara Larat sangat baik membuat pengambilan data dapat dilakukan secara maksimal. Di lokasi tersebut umum ditemukan ikan-ikan dari famili Pomacentridae, Chaetodontidae, Labridae, Caesionidae, dan Lutjanidae. Setelah pengamila data selesai tim bergegas kembali ke penginapan di Saumlaki. Total titik pengambilan data sebanyak 7 titik yang tersebar di wilayah perairan Maluku Tenggara Barat yang terdiri dari 2 titik bagian selatan, 2 titik bagian barat, dan 3 titik bagian Utara. Keesokan harinya tim melakukan kegiatan surface interval yang diisi dengan malakukan input data sambil bercerita-cerita tentang penyelamannya di penginapan. Esok paginya tim bergegas pulang ke Bogor pada hari kamis 13 Agustus 2015. Sekian cerita saya – Praditio Anggoro

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *