browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Stop Eksploitasi Hiu

Posted by on January 14, 2016

Yuk Selamatkan HIU

Stop Konsumsi, Promosi  segala produk berbahan Hiu.!!

Jumat, 10 Mei 2013 bertempat di sebuah cafe di Kuningan Jakarta, acara #SOSharks yang dibuat oleh WWF kali ini dihadiri oleh beberapa orang yang cukup berpengaruh di masyarakat Indonesia dengan beragam profesi yang diantaranya Pengusaha, Pemerintah, artis, Presenter serta Chef. Mereka datang untuk mengajak semua masyarakat indonesia untuk menghentikan konsumsi berbagai produk hiu di pasar swalayan, toko online, hotel dan restoran serta menghentikan promosi produk kuliner di media massa.

Acara yang dimulai pukul 14:00 oleh pak Efransjah selaku lurah WWF ini mengatakan seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap sirip hiu dan produk produk berbahan hiu lainnya telah menyebabkan penagkapan besar besaran terhadap satwa ini. Berdasarkan data FAO (2010) menunjukkan bahwa INDONESIA berada dalam peringkat teratas dari 20 negara penangkap hiu di dunia.  Oleh sebab itu WWF mendukung dalam hal perlindungan hiu, yang semata bukan hanya untuk hiu itu sendiri tetapi juga untuk ketersediaan pangandari sektor kelautan.

Sebagai informasi penting sebagian besar sirip hiu atau bagian hiu lainnya yang akan digunakan sebagai bahan utama diambil dari hiu dalam keadaan hidup atau dikenal dengan Shark Finning. Selanjutnya hiu hiu yang telah diambil bagian bagian tertentunya akan kembali dibuang kelaut dalam keadaan bernyawa. Hiu hiu yang tidak lagi memiliki sirip tersebut akan mati secara perlahan didasar perairan, bayangkan betapa kejinya manusia yang tega melakukan hal tersebut. Untuk itu mari kita bersama sama hentikan konsumsi, serta segala jenis promosi terhadap produk berbahan hiu dari sekarang.

Beberapa pendapat dari orang yang mengkonsumsi hiu mengatakan sirip hiu itu sebagai sebuah lambang kemewahan, karna dahulu kala, sop sirip hiu merypakan makanan raja raja zaman dinasti. Pendapat lain mengatakan mengkonsumsi sirip hiu dapat menjadikan menambah stamina, mendatangkan rezeki, menambah kecantikan dan lain lain.  Serta sirip hiu dianggap bisa menambah kejantanan seorang pria. Apakah semua itu benar,.? Mungkin saja iya, tapi saya lebih setuju tidak. Banyak cara lain yang jauh lebih baik, lebih mudah dari pada mengkonsumsi produk hiu untuk mendatangkan keuntungan keuntungan tersebut.

shark4

shark3

shark6

shark2

Berikut beberapa suara figur Publik untuk melindungi hiu.

“Sebagai pecinta laut, saya lebih senang melihat hiu berenang di laut daripada berenang dalam semangkuk sup. Stop Shark Finning”

(Nadine Chandrawinata, Model Aktris dan Aktivis)

“Hiu adalah penyeimbang ekosistem laut, seperti musik dalam kehidupan saya.. bila hiu punah kekayaan alam laut akan ikut punah..  Indonesia akan kehilangan kekayaan, dan saya akan kehilangan alam inspirasi.. Selamatkan hiu untuk kehidupan kita.”

(Nugie, Penyanyi, Pesepeda)

“Hiu jahat itu Cuma ada di film..Kemungkinan orang meninggal karna digigit hiu itu 1 berbanding 300 juta. Lebih tinggi kemungkinan orang meninggal karena kecelakaan lalu lintas, terjangkit penyakit malaria, digigit anjing, atau kesamber petir..tapi nyatanya hiu yang dibantai oleh manusia tiap  tahunnya lebih dari 100 juta ekor. Jadi, tentuin sikap, Jangan pernah makan hiu dalam bentuk apapun”

( Ringgo Agus, Aktor dan presenter)

“Don’t eat Sharks, don’t be a Loser !

Fakta 1: Ikan hiusudah hampir punah

Fakta 2: Banyak nelayan yang memotongi sirip bayi ikan hiu

Fakta 3: Banyak orang sukses dan smart , tidak mau lagi makan sirip hiu”

(Daniel Mananta, Entertainer)

Kalo mereka semua aja udah berbicara seperti itu, soo tunggu apalagi mari kita hentikan semua kegiatan konsumsi,  dan promosi segala jenis produk hiu.!

Laporan Oleh: Ali Ibrahim & Hikmah Cut Ramadhana

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *