browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Keragaman Kondisi Ekosistem Terumbu Karang Pulau Pramuka dan sekitarnya , Kepulauan Seribu: General Report CORALATION IV FDC IPB

Posted by on December 16, 2015

 

Gambar 1. Dermaga 2 , pulau Pramuka

Jakarta – Simulasi monitoring ekosistem terumbu karang (CORALATION IV) dilaksanakan selama 8 hari di Pulau Pramuka dan sekitarnya, yang termasuk ke dalam wilayah administrasi Kepulauan Seribu, Jakarta. Kegiatan dimulai dengan keberangkatan dari Bogor pada Rabu 25 November 2015 dan kembali ke Bogor lagi pada Rabu 2 Desember 2015. Perjalanan menuju Pulau Pramuka dapat ditempuh dengan menggunakan bis dari kampus IPB Dramaga menuju Muara Angke yang selanjutnya menggunakan kapal “Raksasa” atau kapal ojeg lainnya untuk menuju ke Pulau Pramuka. Jalur laut ditempuh sekitar 3 jam dengan menyeberang dari Muara Angke menuju Pulau Pramuka.

Tujuan diadakannya kegiatan ini untuk memonitoring dan memetakan kondisi ekosistem terumbu karang yang ada di Pulau Pramuka dan sekitarnya serta mengetahui kondisi fisika-kimia perairan yang merupakan media hidupnya. CORALATION IV dilakukan pada 8 titik penyelaman yaitu Dermaga 1, Dermaga 2, Utara Pramuka, Selatan Pramuka, Selatan Panggang, Pulau Air, Pulau Sekati, dan Tanjung Pengantin. Data yang diambil antara lain yaitu karang, ikan, dan makrobenthos. Pengambilan data dilakukan dengan metode LIT (Line Intercept Transect) dengan panjang transek 20 meter sebanyak 3 kali ulangan dengan jeda 5 m setiap ulangannya.

Gambar 2. Metode Pnegambilan data dengan LIT

Titik penyelaman yang memiliki tutupan karang cukup baik yaitu Pulau Air, Tanjung Pengantin, dan Selatan Pramuka. Disekitar wilayah tersebut juga terlihat masih banyaknya jumlah ikan terumbu serta makrobenthos yang ditemukan. Genus karang yang banyak dijumpai di wilayah tersebut antara lain Genus Porites, famili ikan yang banyak dijumpai yaitu famili Pomacentridae dan Labridae, serta makrobenthos dari filum Porifera, Chordata dan Cnidaria. Selain itu juga banyak karang, ikan dan makrobenthos dengan famili dan genus berbeda yang hidup disekitaran wilayah tersebut. Rata-rata substrat yang terdapat pada titik penyelaman yaitu rubble dan dead coral with algae. Kondisi dari setiap titik penyelaman ini didukung dengan kondisi alam sekitarnya seperti di wilayah Pulau Air yang terlindung dari gelombang serta memiliki letak yang cukup jauh dari jangkauan aktivitas manusia. Kondisi yang cukup buruk berada hampir di seluruh Dermaga 1 dan Dermaga 2, wilayah ini didominasi oleh karang mati dan makro alga. Selain itu kondisi gelombang di kawasan Dermaga cenderung tinggi karena tempat kapal-kapal melintas dan berhenti sehingga pertumbuhan karang sangat rendah.

Gambar 3. Genus Karang Porites dan Ikan karang

Kondisi cuaca saat simulasi dilaksanakan cenderung berubah-ubah sehingga mempengaruhi kondisi gelombang dan visibilitas air laut. Gelombang yang cukup tinggi serta visibilitas yang rendah terjadi di titik penyelaman Selatan Pulau Pramuka. Namun pengambilan data tetap dilakukan karena kondisi masih memungkinkan untuk dilakukannya pengambilan data.

Secara umum titik-titik penyelaman dalam kegiatan menunjukan adanya keragaman kondisi ekosistem terumbu karang. Terlihat adanya perbedaan di setiap titik penyelaman yang dapat dikaitkan dengan faktor kegiatan manusia. Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi tutupan karang yang tinggi pada titik yang jauh dari aktivitas manusia dan tutupan karang yang rendah pada titik yang banyak dipengaruhi aktivitas manusia.

Selain pengambilan data ekosistem terumbu karang, kegiatan simulasi ini juga melakukan pengambilan data sosial ekonomi. Secara garis besar data yang diambil yaitu data yang meliputi hasil perikanan yang ada di Pulau Pramuka dan sekitarnya. Metode pengambilan data dilakukan secara langsung yaitu dengan mewawancarai beberapa narasumber. Narasumber dalam kegiatan pengambilan data ini yaitu pemerintah, wisatawan, pelaku usaha perikanan, dan masyarakat. Dari kegiatan sosial ekonomi ini diharapkan dapat memberikan output berupa informasi terkait kegiatan ekonomi yang ada disana khususnya kegiatan dari hasil perikanan tangkap.

Gambar 4. Wawancara untuk data sosial-ekonomi (sossk)

 

(Teks: Rosa Aulya / Editor: Alexandra Maheswari/ Foto: Coralation IV FDC IPB).

 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *