browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Survei Pulau-Pulau Kecil Terluar di Wilayah Perairan Kabupaten Maluku Tenggara Barat

Posted by on November 8, 2015
Tim survei Maluku Tenggara Barat

Tim survei Maluku Tenggara Barat

Maluku Tenggara Barat – Bulan Agustus lalu, anggota FDC mengikuti kegiatan survei lapangan oseanografi, perikanan tangkap pelagis dan demersal. Kegiatan ini bertujuan mendukung penyusunan rencana zonasi kawasan strategis nasional tertentu (KSNT) pulau-pulau kecil terluar di wilayah perairan Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Survei ini terdiri atas tim Oseanografi, Akustik Kelautan, Perikanan Tangkap, dan Selam.

Tim selam FDC dan ITK IPB

Tim selam FDC dan ITK IPB

Tim selam terdiri dari 3 orang diantaranya terdapat dua anggota FDC yang berkesempatan ikut dalam kegiatan tersebut yaitu raditio Anggoro (FDC.XXXI.20), Muhammad Rahmadany (FDC.XXIX.29) – alumni FDC, dan Prakas dari Lab Selam Ilmiah ITK IPB. Sebelum keberangkatan tim survei melakukan briefing dan pengecekan alat selam di lab selam ilmiah ITK IPB. Tim selam melakukan survei pada tanggal 6 – 13 Agustus 2015, dimana tim bertolak pada hari Kamis, 6 Agustus 2015 malam dari kampus IPB Dramaga dan sampai di bandara Saumlaki Maluku Tenggara Barat pada hari Jumat, 7 Agustus 2015 sekitar pukul 11.15 WIT. Tim beristirahat di Hotel Harapan Indah dan menyiapkan peralatan untuk survei lapang yang direncanakan keesokan harinya.

Jumat 7 Agustus 2015 sore, seluruh tim melakukan briefing dengan orang Dinas Kelautan dan Perikanan setempat. Setelah briefing tim disimpulkan jika tim selam mulai melakukan kegiatan suvei lapang pada hari minggu 9 Agustus 2015 dengan rencana penyelaman sebanyak 8 titik. Berdasarkan diskusi, diambil keputusan dalam perubahan beberapa titik penyelaman mengingat faktor alam yang kurang mendukung di stasiun penyelaman bagian Timur.

Survei hari pertama, tim penyelam merencanakan 3 kali penyelaman dengan 3 titik berbeda, namun dikarenakan kondisi perairan yang tidak bersahabat dan jarak antar titik yang jauh menyebabkan hanya bisa dilakukan 2 kali penyelaman saja. Titik penyelaman dilakukan di pulau bagian selatan dengan nama titik Namtabung dan Nuskee. Kegiatan survei berjalan dengan lancar dan aman. Di lokasi tersebut ditemukan ikan-ikan dari famili Chaetodontidae, Labridae, Lutjanidae, Haemulidae, Siganidae, Nasinae, Apogonidae, Caesionidae dan Nemipteridae. Serta yang dominan ialah famili Pomacentridae. Setelah survei dilaksanakan, malam harinya diadakan evaluasi kegiatan penyelaman. Beberapa hal meliputi cuaca dan kondisi perairan yang kurang bersahabat membuat tim survei lebih mengutamakan faktor keselamatan kerja dengan mengambil titik yang dinilai lebih aman dari yang sudah direncanakan sebelumnya.

Bawah laut Kabupaten MTB

Bawah laut Kabupaten MTB

Hari kedua kami melakukan pengambilan data dua titik yang berbeda di bagian barat Pulau Yamdena yaitu Ngolin dan Tanjung Seira. Kondisi perairan dan cuaca yang lebih baik dibandingkan pada hari pertama. Di lokasi tesebut ditemukan ikan-ikan dari famili Chaetodontidae, Labridae, Lutjanidae, Scaridae, Siganidae, Acanthuridae, Nasinae, Apogonidae, Caesionidae dan Nemipteridae. Serta yang dominan ialah famili Pomacentridae. Setelah pengambilan data tim tidak kembali ke Saumlaki untuk mengefisiensikan waktu dan bahan bakar minyak. Tim memilih melanjutkan perjalanan ke bagian utara Pulau Yamdena yaitu Larat untuk menginap di daerah setempat.

Survei hari ketiga, tim selam malakukan pengambilan data sebanyak 3 titik penyelaman yaitu, Utara Larat, Mitako dan bagian barat teluk Yamdena. Pengambilan data berjalan lancar dengan kondisi cuaca dan perairan yang cukup tenang bersahabat. Dengan kondisi kecerahan perairan di Utara Larat sangat baik membuat pengambilan data dapat dilakukan secara maksimal. Di lokasi tersebut umum ditemukan ikan-ikan dari famili Pomacentridae, Chaetodontidae, Labridae, Caesionidae, dan Lutjanidae. Setelah kegiatan survei selesai tim bergegas kembali ke penginapan di Saumlaki. Total titik survei sebanyak 7 titik yang tersebar di wilayah perairan Maluku Tenggara Barat yang terdiri dari 2 titik bagian selatan, 2 titik bagian barat, dan 3 titik bagian Utara.

Keesokan harinya tim melakukan surface interval yang diisi dengan malakukan input data survei sambil saling bercerita tentang kegiatan penyelaman di penginapan. Survei dilaksanakan dalama waktu yang cukup singkat, dimana esok paginya tim bergegas pulang ke Bogor pada hari Kamis, 13 Agustus 2015.

Melalui kegiatan ini diharapkan kami dapat memberikan informasi mengenai potensi sumberdaya alam khususnya di wilayah perairan dan menjadikannya sebagai acuan dasar dalam menentukan kebijakan pemerintah yang terkait di kepulauan tersebut. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat ekonomi, lingkungan, dan sosial masyarakat sekitar, baik secara langsung maupun tidak langsung.

(Teks: Praditio Anggoro/ Foto: M. Ramadhany/ FDC – IPB)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *