Belajar Mandiri dari Rukun Nelayan Cirebon

(Cirebon) – Salah satu anggota FDC – IPB, Boy Mohammad kenedi, FDC.XXXI.05 akan membagikan cerita dan pengalamannya selama melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapang (PKL) Departemen Ilmu dan Teknologi (ITK – IPB). Kegiatan PKL dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2015 – 25 Agustus 2015 lalu, dimana pada kegiatan ini tim berkesempatan untuk bekerja sama dengan Pelabuhan Perikanan Nasional Kejawanan, Cirebon, Jawa Barat. Dalam studinya, Boy mempelajari rumpon dasar yang ada di perairan kampung halamannya.

Tim PKL bersama ketua rukun nelayan Cirebon

Tim PKL bersama ketua rukun nelayan Cirebon

Rumpon memiliki fungsi sebagai “rumah ikan” yaitu tempat berlindung dari predator dan tempat memijah komunitas ikan. Selain itu, keberadaan rumpon juga mempengaruhi ketersediaan plankton di daerah tersebut. Penempatan rumpon ini dilakukan di dasar perairan yang memiliki tekstur lumpur.

Dengan memanfaatkan teknologi yang tidak begitu rumit masyarakat setempat telah pandai dalam mengelola khawasan pesisir Cirebon bersama dengan Dinas Perikanan dan Pertanian kota Cirebon. Seperti apakah bentuk rumpon dasar ini?

Rumpon kubus dari beton

Rumpon kubus dari beton

Rumpon kubus dari plastik

Rumpon kubus dari plastik

Rumpon piramid dari bambu

Rumpon piramid dari bambu

Terdapat beberapa jenis rumpon yang dibuat oleh masyarakat setempat. Rumpon dasar yang dibuat dengan struktur semen ataupun plastik, kemudian ditambahkan “pemikat” berupa daun kelapa. Terdapat pula rumpon dasar berbentuk Rumah/ Piramida yang disusun menggunakan Bambu.

Ternyata, dengan alat sederhana masyarakat telah berhasil menciptakan ekosistem bagi ikan yang hidup di dasar perairan! Dengan keberadaan rumpon ini, nelayan setempat dapat hidup dengan lebih sejahtera.

Belajar dari nelayan mandiri

Belajar mandiri dari nelayan

Anggota rukun nelayan juga memanfaatkan teknologi Global Positioning System (GPS) untuk mencatat posisi rumpon yang mereka letakkan di dasar perairan. Mereka juga sangat pandai menggunakan GPS sebagai penentu arah dan posisi kapal.

Semoga rukun nelayan Cirebon dapat menjadi percontohan untuk nelayan lain diseluruh Indonesia. Saya merasa bangga dengan masyarakat nelayan setempat yang memiliki karakter berani maju tanpa terlalu banyak berharap pada pemerintah.

(Teks: Boy MK / Dok: Tim PKL Cirebon – ITK IPB / FDC – IPB 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *