browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Mengeksplorasi Potensi Bahari Teluk Kiluan dalam Ekspedisi Himiteka 2015

Posted by on August 7, 2015

Kiluan – Indonesia termasuk negara kepulauan terbesar didunia, berbagai potensi wisata serta keindahan alam telah dimiliki oleh Indonesia. Salah satunya adalah Teluk kiluan, Teluk Kiluan Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung. Terletak di bagian selatan pulau Sumatra. Daerah ini merupakan salah satu lokasi yang cocok untuk berwisata, namun keberadaan dan lokasinya yang sulit untuk didatangi membuat tempat ini menjadi daerah yang jarang dikunjungi masyarakat Indonesia yang ingin berwisata bahari. Pada tanggal 30 Mei – 4 Juni 2015 lalu, mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan Institut Pertanian Bogor (ITK-IPB) melakukan ekspedisi keduanya, setelah sukses melakukan ekspedisi pertamanya di Teluk Banten pada tahun 2014.

Pulau Kiluan yang terdapat di tengah Teluk Kiluan

Pulau Kiluan yang terdapat di tengah Teluk Kiluan

Ekspedisi ini dinamakan “Ekspedisi Himiteka” yang diambil dari singkatan “Himpunan Mahasiswa Ilmudan Teknologi Kelautan”, tujuan dari ekspedisi ini yaitu untuk mengeksplorasi daerah-daerah di Indonesia yang memiliki potensi dibagian maritim/bahari dan sosial budayanya dengan mengimplementasikan pelajaran yang didapat maha- siswa ITK selama masa perkuliahan, yaitu oseanografi, akustik kelautan, keanekaragaman hayati laut, pemetaan sumberdaya hayati laut, dan juga pengambilan data mamalia, karena di Teluk Kiluan sendiri memiliki keistimewaan pada mamalia laut yaitu lumba-lumba. Terdapat sebuah Pulau yang menjadi lokasi pengamatan tim ekspedisi HIMITEKA 2015, yaitu Pulau Kiluan yang berarti “memberi”, namun masyarakat juga menyebutnya dengan sebutan Pulau Kelapa karena di Pulau tersebut banyak ditemukan pohon kelapa.

Pada saat kegiatan terdapat empat orang anggota FDC yang turut terlibat dengan pelaksanaan kegiatan tersebut yaitu Aflaha Abdul Munib (FDC.XXXI.02), Hapsari Kinanti Palupi (FDC.XXXI.11), Tri Nur Sujatmiko (FDC.XXXI- .25), dan Karizma Fahlevy (FDC.XXXII.12). Empat anggota FDC yang mengikuti ekspedisi tersebut merupakan mahasiswa aktif dari prodi Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK). Selama kegiatan berlangsung setiap anggota FDC memiliki peran yang berbeda saat pengambilan data. Aflaha ,Tri, dan Hapsari berada di tim keaneka- ragaman hayati laut, dimana Aflaha melakukan pengamatan pada ekosistem terumbu karang, Hapsari melakukan pengamatan pada vegetasi mangrove, dan Tri melakukan pengamatan mamalia laut, sedangkan Karizma berada di tim oseanografi. Pengambilan data selama ekspedisi dilakukan dengan metode yang seusai, agar data yang didapat valid.

Pengamatan vegetasi mangrove

Pengamatan vegetasi mangrove

Berdasarkan hasil dari tim keanekaragaman hayati laut, ekosistem pesisir yang ditemukan disana yaitu ekosistem terumbu karang, lamun, dan mangrove. Ketiga ekosistem penting yang dapat digunakan untuk menentukan indeks kesesuaian wisata, menurut informasi yang diberikan tim mangrove ternyata mangrove yang terdapat di Pulau Kiluan jumlah- nya tidak terlalu banyak namun banyak mangrove yang dapat dijumpai saat di Teluk , sedangkan untuk ekosistem lamun sendiri didapatkan hasil yang cukup baik yaitu masih adanya vegetasi lamun d beberapa bagian Pulau Kiluan. Pada bagian ekosistem terumbu karang memberikan hasil yang cukup memuaskan, ternyata Pulau ini memiliki surga nyata yang tersembunyi di dalam lautnya yaitu terumbu karang.

Terumbu karang Pulau Kiluan

Terumbu karang Pulau Kiluan

Terdapat beberapa lokasi terumbu karang yang ditemukan masih banyak, bagus, dan indah mulai dari warna merah,ungu ,dan kuning dapat kita nikmati. Para pengunjung sangat disarankan untuk mencoba snorkling di Pulau ini, dengan metode yang ramah lingkungan tentunya.

Pengamatan mamalia laut

Pengamatan mamalia laut

Pengamatan mamalia laut berjalan lancar, setiap harinya lumba-lumba selalu terlihat mulai dari pu- kul 06:00-09:00 WIB, karena kalau semakin siang lumba-lumba akan berenang menjauh kearah laut lepas. Lumba-lumba yang sering ditemukan ber- jumlah puluhan lebih dengan spesies dominan lum- ba-lumba hidung botol dan lumba-lumba paruh panjang yang senang berenang lompat.

Pengamatan oseanografi

Pengamatan oseanografi

Pulau ini memiliki topografi yang unik, dimana terdapat batu-batuan karang di pulau yang membentuk seperti bukit dengan ketinggian kurang lebih 15 meter diatas permukaan laut. Sedangkan untuk analisis oseanografi arus di Teluk Kiluan terbilang cukup besar dikarenakan dekat dengan arah ke laut lepas.

Dengan dukungan dan kerjasama setiap anggota tim, kegiatan yang berlangsung selama enam hari berjalan dengan lancar. Selain melakukan pengamatan di bidang kelautan, tim ekspedisi juga melakukan sebuah kegiatan sosial yang bernama Marine Goes To School (MGS) yang bertujuan untuk membuka wawasan warga sekitar tentang lingkungan laut dan ekosistem bahari khususnya kepada para pelajar di daerah tersebut. Sosialisi berlangsung di SDN 1 Kiluan dan SMPN Satu Atap 4 Kelumbayan. (Teks: Karizma Fahlevy/ Foto : Dok HIMITEKA)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *