browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Anggota FDC dalam Ekspedisi Taka Bonerate, Selayar

Posted by on July 13, 2015
Muzrini dan Tim Ekspedisi Taka Bonerate

Muzrini dan Tim Ekspedisi Taka Bonerate

                 Taka Bonerate – Pada bulan April lalu, Ahmad Muzrini (PSP 48) mewakili anggota FDC – IPB mengikuti kegiatan survey bersama Wildlife Conservation Society (WCS) dan Taman Nasional Taka Bonerate, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut diawali dengan pelatihan selama empat hari yang dilanjutkan dengan kegiatan survei. Kegiatan survei dilaksanakan dari tanggal 6 April sampai 26 April 2015 yang meliputi seluruh wilayah Taman Nasional Taka Bonerate. Tim survei melakukan penyelaman di 45 titik penyelaman yang meliputi wilayah SPTN I dan II taman nasional tersebut.

Kegiatan survei penyelaman

Kegiatan survei penyelaman

Taman Nasional Taka Bonerate merupakan salah satu Taman Nasional yang memiliki keunikan  sendiri dengan potensi ekosistem terumbu karang yang tinggi. Selain itu Taka Bonerate merupakan gugusan atol terbesar di Indonesia, serta berada di gugusan The Coral Triangle. Akses menuju Selayar dapat ditempuh melalui jalur laut selama 12 jam dan 6 jam melalui jalur udara.

Nama Taka Bonerate sendiri merupakan nama yang diambil dari sebuah Pulau bernama Bonerate sedangkan Taka  merupakan bahasa sansekerta yang berarti gugusan karang. Kawasan ini memiliki potensi pariwisata yang besar dengan pulau pulau kecil yang memiliki taka yang luas dengan keragaman karang serta biota laut lainnya. Selain keanekaragaman yang besar, kondisi perairan yang jernih serta berbagai kontur perairan yang beragam menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan bahari.

Dengan luas kawasan lebih dari 500.000 ha kawasan Taman Nasional Laut ini dibagi kedalam dua wilayah Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) yaitu wilayah SPTN I dan SPTN II yang dilaksanakan dengan system zonasi disetiap masing-masing wilayah, yaitu zona inti, zona pemanfaatan, zona perlidungan bahari serta zona khusus. Salah satu zona inti merupakan resort SPTN I yaitu pulau Tinabo Besar, pulau ini memiliki keunikan sendiri dimana banyak bayi hiu yang tinggal disektiar pulau dan sudah familiar dengan aktivitas manusia sehingga siapapun dapat meliahatnya dalam jumlah yang cukup banyak dan hidup di alam bebas.

Penyelaman di Taka Lamungan

Penyelaman di Taka Lamungan

Masyarakat yang hidup di dalam kawasan merupakan masyarakat tradisional yang berasal dari Suku Bajo dan Suku Bugis. Mereka tersebar di sekitar kawasan Taman Nasional dan menempati 8 Pulau. Kondisi dan potensi alam yang baik dimanfaatkan oleh mereka untuk mencari hasil laut disetiap musim. Sayangnya banyak juga dari mereka yang menggunakan alat tangkap bom dan racun sehingga mengurangi potensi yang ada secara tidak bertanggung jawab. Kondisi ini sudah terjadi sejak lama, meskipun pengawasan dilakukan oleh pihak Balai Taman Nasional dengan membangun resort atau pos jaga di setiap pulau di wilayah yang berpenduduk.

(Teks: Ahmad Muzirini/ Foto: Dok WCS / Editor: Alexa/ FDC-IPB/ 2015)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *