Negara Maritim yang Belum “intim” Oleh : Doni Peryanto (Mahasiswa PSP-IPB & FDC-IPB)

doni

Doni Peryanto

Sejak jaman dahulu kala, dari jaman kerajaan hingga penjajahan negeri ini di kenal dengan Negara Kepulauan yang memiliki jumlah pulau terbesar di dunia dan memiliki luas perairan yang lebih luas dari daratan. Negara-negara di seluruh penjuru dunia mengenal Indonesia dengan berbagai istilah, seperti Indian archipelago. Negara-negara di dunia juga sangat kagum dan membangggakan Indonesia sebagai Negara maritim terbesar di dunia. Kehandalan dan keperkasaan kerajaan sriwijaya, merupakan salah satu  bukti Negara maritim Indonesia yang sangat berjaya pada masa itu. Kejayaan Indonesia sebagai Negara maritim juga di buktikan dengan kapal-kapal layar Indonesia yang memiliki kekuatan dan kehebatan dalam mengarungi samudera hingga ke beberapa Negara.

Namun, kehandalan dan kehebatan masa lalu itu sudah mulai sirna hingga saat ini. Indonesia yang di kenal sebagai Negara maritim tidak lagi “INTIM”. Banyak hal yang telah dilupakan oleh Negara ini sebagai Negara maritim. Hal ini di buktikan dengan semakin berkurangnya domain kita sebagai Negara maritim yang memiliki maindset kemaritiman. Dunia maritim selalu di pandang sebelah mata dan hanya memikirkan aspek kedaratan saja. Tentu hal ini akan memberikan dampak yang cukup besar bagi dunia maritim Indonesia.

Berbagai permasalahan dan potensi maritim di Negara ini masih belum maksimal untuk di perhatikan, masih banyak hal-hal yang belum di optimalisasikan, dari mulai permasalahan perbatasan pulau terluar dengan Negara tetangga, masalah nelayan Indonesia yang di tangkap di Negara sendiri, serta illegal fishing yang tiada habis nya menguras potensi perikanan dan kelautan yang ada di Indonesia. Tentu hal ini sangat berdampak untuk keberlanjutan sumberdaya yang ada di dalamnya. Salah satu permasalahan terbesar yang ada saat ini adalah mengenai kondisi pemanfaatan sumberdaya perikanan yang ada di Indonesia. Masih banyak nelayan-nelayan yang ada di negeri ini yang masih dibelenggu oleh rasa takut mereka untuk melakukan operasi penangkapan ikan di Negara sendiri. Meskipun hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas penangkapan dan pelayaran sudah mendapatkan perijinan dan kelayakan dari pihak terkait, seperti syahbandar, namun hal ini tidak membuat para nelayan bisa melaut dengan tenang. Karena, di laut lepas yang jauh di sana mereka juga harus bersaing dengan nelayan-nelayan dari Negara tetangga yang sudah bebas keluar masuk Negara Indonesia. Tidak hanya itu, para nelayan Indonesia juga memiliki ancaman untuk kedepannya karena dalam AFTA 2015 negara-negara ASEAN khususnya akan bebas keluar masuk Negara Indonesia dan bersaing dengan nelayan-nelayan Indonesia.

Tentu hal ini akan menjadi tantangan sekaligus permasalahan bagi dunia perikanan Indonesia, terutama kepada nelayan-nelayan Indonesia yang masih memiliki kemampuan dan keterampilan yang belum bisa bersaing dengan Negara tetangga. Banyak hal yang harus dilakukan untuk menghadapi permasalahan tersebut, salah satunya adalah mempersiapkan sumberdaya manusia atau nelayan yang bisa bersaing dengan Negara tetangga, tentu juga di iringi dengan kehandalan dari setiap komponen pendukungnya. Ada beberapa hal yang harus di persiapkan untuk memperbaiki kondisi kemaritiman dan perikanan Indonesia, antara lain adalah:

  1. Menetapkan dan mempertegas peraturan mengenai wilayah perbatasan laut Indonesia, terutama mengenai pulau-pulau terluar.
  2. Membuat dan melakukan sosialisasi mengenai standarisasi nelayan Indonesia, agar bisa bersaing dengan Negara lain.
  3. Membuat suatu kebijakan dan arahan kepada setiap daerah-daerah pesisir untuk membangun potensi perikanan dan kelautannya dengan membangun sekolah perikanan yang handal.
  4. Memperbaiki fasilitas dan prasarana pendukung kegiatan perikanan yang ada di Indonesia, seperti pelabuhan besar maupun kecil dan armada penangkapan.
  5. Memperkuat wilayah penjagaan perbatasan Indonesia guna mengurangi illegal fishing

Selain dari itu, hal yang sangat mendasar dan penting untuk di tingkatkan adalah jiwa serta mindset kemaritiman yang senantiasa selalu menjadi darah daging kita untuk memajukan dan menjayakan dunia perikanan dan kelautan indonesia, agar  Negara Indonesia menjadi Negara maritim yang “intim”.

 

“WASPADA DIRA ANURAGA”

logo-ipblogo

1 comment on “Negara Maritim yang Belum “intim” Oleh : Doni Peryanto (Mahasiswa PSP-IPB & FDC-IPB)”

  1. tia

    untuk mengatasi hal seperti itu, kita sebagai generasi yang lebih pahan akan keadaan saat ini harusnya ikut serta dalam proses perbaikan potensi demi kemajuan negri yang dapat dimulai dari daerah berpotensi…. 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *