browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Perjalanan Sabang

Posted by on May 11, 2013

Sabang  merupakan Kepulauan di seberang utara Pulau Sumatera. Cukup jauh untuk menempuh dari Bogor sampai Sabang. Perjalanan menuju Sabang dengan menggunakan transportasi darat, udara dan laut. Transpotasi darat menggunakan bis (Bogor ke bandara) dan mobil (perjalanan di sabang). Transportasi udara menggunakan pesawat terbang dengan satu kali transit yaitu Jakarta – Medan, dan Medan – Aceh. Transportasi laut menggunakan kapal cepat dari Pelabuhan Feri Ulee Lheue di Aceh sampai Balohan di Sabang.

Hari pertama tiba di Sabang, saya, Tim yayasan TERANGI (6 orang) dan 4 mahasiswa/i dari UNSYIAH (Universitas Syiah Kuala) tinggal di “guest house” kota atas Sabang selama kegiatan di Sabang. Hari Kedua di Sabang kita melakukan pelatihan sistem pendataan dan monitoring biota ornamental kepada nelayan, SATGAS, dan beberapa staff dari pemerintah bertempat di “guest house”. Acara tersebut dimulai dari jam 09.30-16.30 dan diselangi oleh makan siang serta diskusi dalam materi. Materi ini di ajarkan bagaimana mengolah data penjualan dan pembelian ikan dalam stok serta data penangkapan ikan dari pengempul. Sehingga masyarakat di sana tahu kondisi di daerah perairannya agar bisa menjamin keberlangsungnya sumberdaya ikan hias atau biota ornamental.

 

Hari ketiga di Sabang masih melakukan pelatihan hanya saja materinya aplikasi dalam cara mengolah data dan pengambilan data biota (ikan hias) di lapangan. Pengambilan data ikan hias dilakukan di Pantai Sumur 3 oleh para nelayan, mahasiswa dari ODC dan SATGAS, sebab pantai tersebut dekat dengan tempat pelatihan dan kedalamannya tidak terlalu dalam dan efisien. Buat tambahan informasi kenapa disebut Pantai Sumur 3 karena di dekat pantai terdapat sumur 3 yang dulu itu dipakai oleh jaman Belanda dan sekarang di fungsikan untuk bilasan setelah bermain di pantai. Setelah pengambilan data selesai acara ditutup dan kita segera mempersiapkan serta istirahat karena besok pengambilan data terumbu karang, ikan karang dan bentik berangkat pagi hari.

           

Hari keempat saya, tim yayasan TERANGI, dan mahasiswa/i bergegas menyiapkan peralatan dan sarapan setelah itu kita berangkat menuju Beurawang (tempat sandaran perahu) pukul 07.45 WIB. Jarak dari kota atas Sabang sampai Beurawang cukup jauh dan tanjakan jalan cukup tinggi seperti perjalanan ke puncak namun perbedaan tikungannya lebih tajam dan lebar jalannya sempit. Hari ini penyelaman pengambilan data pertama kali di Daerah Jaboi yang dekat dengan Beurawang dengan 6 titik. Tim dibagi 2 kelompok, setiap kelompok terdiri 5 orang yaitu pengambilan data ikan 1 orang, data karang 2 orang, data bentos 1 orang dan pengambilan foto underwater 1 orang. setiap Tim mendapat 3 titik penyelaman.

Metode yang digunakan dengan cara LIT (Line Intercept Transeck) dan Belt transeck sepanjang 100meter. Pengambilan data pada kedalaman 3-6 meter. Kondisi di Jaboi, jenis ikan yang ditemukan bermacam-macam, kebanyakan ditemukan bergerombolan (Schooling) dan ukuran ikan tidak terlalu besar. Kondisi karangya bagus, untuk setiap titik penyelaman memiliki jenis karang yang mendominasi. Kondisi bentosnya banyak di temukan cacing pohon natal.

Hari kelima atau hari kedua dalam pengambilan data dimulai pukul 14.00 WIB dan pengambilan data dengan 4 titik saja. Hal ini dikarenakan jika dimulai dari pagi hari maka akan terpotong dengan sholat jumat. Dan setiap tim masing-masing memiliki 2 titik penyalaman. Hari Kelima, pengambilan data dilakukan di daerah Ujung Sekee yang dekat dengan Beurawang. Kondisi ikan, karang dan bentos di Ujung Sekee bagus, memiliki banyak jenis ikan yang bervariasi, dan ikan yang sering dijumpai ikan batman.

Hari keenam di Sabang atau hari terakhir pengambilan data dimulai pukul 08.00 WIB dan pengambilan data dengan 6 titik. Setiap tim masing-masing 3 titik. Dari Sabang tempat penginapan kita menuju Pantai Iboih. Dari Pantai Iboih menuju titik penyelaman dengan boat. Titik penyelaman yang terakhir di KLAH dengan 4 titik dan di Pria Laot dengan 2 titik. Setelah pengambilan data selesai berhubung sisa tabung masih banyak, kita melakukan fun dive di hydrothermal atau orang disana menyebutnya air panas. Kondisi di hydrothermal ada yang menggunakan daerah tersebut untuk meneliti mendetekti gempa. Orang di Sabang menyarankan untuk menyelam di hydrothermal tidak menggunakan wet suit dikarenakan setelah menyelam akan terasa bau yang sangat menyengat karena menempelnya blerang.

Hari ketujuh di Sabang acaranya jalan-jalan dan fun dive. Mulai pukul jam 08.00 kita menuju Tugu 0 kilometer di Indonesia. Tugu 0 kilometer berada paling ujung Sumatera. Setelah dari Tugu 0 Kilometer kita menuju Pantai Iboih untuk melakukan fun dive di beberapa site penyelaman. Site penyelaman untuk fun dive di Batu Tukong, Pulau Rubiah dan drive dive (site penyelaman yang di dalamnya terdapat mobil yang sisaan tsunami).

 

 

Kondisi site di Batu Tukong pemandangan di bawah laut banyak sekali ikan yang beranekaragaman, banyak biota berbahaya seperti moray eel, dan lepu ayam. Di batu tukong kita menyelam hingga kedalaman 20 meter. Di Batu Tukong terdapat sea vans yang besar sekali, ikan pelatak yang ukuran besar, ikan buntal yang besar dan lain-lain. Keindahan di Batu Tukong tidak bisa diungkapkan kata-kata. Pada saat kita menjelajahi batu tukong tersebut kita menemukan 2 orang penyelam orang luar negeri sedang melihat biota-biota yang ada di goa/kolong batu-batu dan terumbu karang.

 

Kondisi di Pulau Rubiah cukup bagus. Disana saya melihat Penyu, lalu beberapa biota berbahaya seperti lepu ayam, lepu batu, moray eel. Dan saya melihat lili laut hitam sedang melayang/berenang (berpindah). Di Pulau Rubiah kita menyelam hanya kurang lebih 15 meter. Setelah di Pulau Rubiah kita langsung berpindah ke site yang ada mobil tenggelam (bekas tsunami). Disana kita hanya berfoto-foto saja lalu memilihat tempat transplantasi karang tidak jauh dari tempat mobil tersebut. Setelah kita selesai menyelam, kita istirahat sejenak di Pulau Rubiah.

                      

Hari Kedelapan atau hari terakhir di Sabang. Saya dengan Tim Terangi pulang dengan kapal cepat pukul 8.30 dari Balohan (Sabang) ke Pelabuhan Feri Ulee Lheue di Aceh pukul 09.15. Di Aceh, kita berkunjung ke tempat museum kapal yang terdampar pada saat Tsunami. Di sana terdapat foto-foto saat kejadian tsunami. Serta ada tugu yang menggambarkan tanggal kejadian tsunami tersebut dan nama-nama korban tsunami. Setelah itu Pukul 10.15 kita beranjak ke Universitas Syiah Kuala lebih tepatnya bersilaturahmi dengan mahasiswa dari ODC (Ocean Diving Club). Disana kita memberikan pengetahuan tentang bentos dan juga pengolahan analisis statistika. Pukul 15.00 kita beranjak ke bandara Internasional Sultan Iskandar Muda menuju bandara Soekarmo-Hatta dan kembali ke Bogor dengan aktivitas seperti semula.

 

          

Kiri ke kanan : Bang Idris, Bang Toto, Bang Safran Y, Bang Hedra, Bang Nugi, Atim A W, dan Bang Coki

Oleh: Atim A Wiyaniningtiyah

FDC.XXVIII.08

 

 

 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *